Home / Nasional

Selasa, 17 Desember 2019 - 20:36 WIB

Awas! Ini Kode-Kode Zat Babi Dalam Masakan Kemasan

AWAS! Produk Mengandung Babi, Inilah Kodenya

Di Era milenia ini, dunia dibanjiri oleh produk-produk kemasan. 
Setiap produk yang dijual mempunyai komposisi materi berbeda-beda.
Guna melindungi konsumen, pemerintah mewajibkan setiap produsen 
untuk mencantumkan secara detail kandungan materi yang terdapat
dalam produk kuliner kemasan.
Namun sayangnya, detail kandungan materi yang dicantumkan pada kemasan
hanya berupa kode-kode dan nama-nama yang sulit dipahami oleh orang awam.
Sebagai konsumen muslim tentu kita harus waspada terhadap kehalalan
keharaman dari produk yang hendak kita beli. 
Apalagi banyak bahan-bahan dan produk-produk yang berasal dari Eropa 
ternyata dibentuk dari lemak babi. Bagi mereka yang bukan muslim tentu tidak
peduli akan hal ini. Lemak babi sudah menjadi materi biasa bagi mereka
lantaran sanggup didapat dengan gampang dan murah.
Oleh lantaran itu kita harus waspada dan teliti sebelum membeli produk.

Kenapa banyak materi kuliner berasal dari Babi?

Babi lebih murah dan gampang didapatkan sehingga lebih irit dari pada binatang ternak lainnya.
Berikut ini dalah kode-kode materi kuliner yang ada dindikasi mengandung Lemak Babi dan alkohol.
E140 yaitu Chlorophyl, pewarna hijau alami dari tanaman.  dan E141
(Syubhat, Kehalalannya sangat tergantung oleh proses ekstraksinya jikalau cair dan oleh materi embel-embel lainya jikalau bubuk.)
E153 yaitu carbon Black yang sanggup berasal dari tumbuhan atau tulang hewan 
( Syubhat, Bisa dari babi atau sapi yang tidak disembelih secara Syar’i)
E325, E326, E327, E377 (Syubhat tergantung media fermentasi asam laktat yang digunakan)
E422 glycerol yaitu hasil samping produksi sabun (Asam lemaknya sanggup dari babi)
E430 dan E431 (Syubhat lantaran Sumber asamnya sanggup dari binatang dan tanaman)
E432-E436, E470-E478, E481-E483, E491-E495, E570, E572
E631 (bisa dari Ekstrak daging)
E635
Lesitin = pengemulsi makanan, sanggup berasal dari tumbuhan atau hewan. Dari tumbuhan biasanya kedelai (Soya Lisetin). Dari Hewan biasanya babi.
Bila suatu produk tertulis Lesitin saja tanpa kata soya, biasanya dari binatang (babi).
Rhum = Cairan beralkohol yang sering dalam pembuatan roti (bakery), mengandung ethanol lebih dari 30%.
Lard = istilah khusus dalam bidang peternakan untuk menyebut lemak babi.
Bacon = daging babi
Bristhle = Bulu rambut babi.
Cholesterol = Jenis lemak yang berasal dari hewan. Kebanyakan di sanggup dari babi.
Diglyceride= Pengemulsi, jikalau berasal dari binatang sanggup jadi berasal dari Babi.
Gelatin =  Biasanya berasal dari bianang, kebanyakan dari Babi.
Magnesium Stearate (Stearic Acid) = Haram jikalau sumbernya dari binatang.
Mono Glycerides: Haram jikalau berasal dari Binatang.
Pepsin = Enzim yang kebanyakan berasal dari Babi.
Shortening: Lemak dan minyak berasal dari binatang (biasanya Babi).
Vitamins : Haram jikalau bersumber dari binatang.
Whey: Digunakan untuk es krim dan yogurt. Haram jikalau bersumber dari binatang.
Sumber: Hidayatullah.com, Soundvision.com, Facebook.com/notes/must-be-halal
Kode-kode materi kuliner tersebut kehalalannya diragukan, sehingga menjadi masalah syubhat.
Indikasi keharamannya berpengaruh lantaran aneka macam olahan babi dan alkohol menjadi materi yang banyak dipakai di Eropa.
Oleh lantaran itu, jikalau kita mendapati produk yang mempunyai kandungan materi denga
kode-kode tersebut, sebaiknya kita tinggalkan.
Tonton Video Berikut ini: 

https://www.youtube.com/watch?v=EbtFcNRDg30
Dari An Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. 
Diantara keduanya terdapat masalah syubhat yang masih samar, 
yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. 
Barang siapa yang menghindarkan diri dari masalah syubhat, 
maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. 
Barang siapa yang terjerumus dalam masalah syubhat, 
maka ia sanggup terjatuh pada masalah haram. 
Sebagaimana ada pengembala yang 
menggembalakan ternaknya 
di sekitar tanah larangan 
yang hampir menjerumuskannya. 
Ketahuilah setiap raja mempunyai tanah larangan 
dan tanah larangan Allah di bumi  ini 
yaitu masalah kasus yang diharamkan-Nya
(HR Bukhari no 2051 dan Muslim no 1599)
Syubhat yaitu masalah yang masih samar hukumnya, apakah halal atau haram.
Jika kita menemukan masalah semacam ini maka lebih utama ditinggalkan.

Share :

Baca Juga

Nasional

Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK, Ini Reaksi Khofifah Indar Parawansa

Nasional

Bule Asal Jerman Nikahi Pemuda Maros, Alhamdulillah… Jadi Mualaf

Nasional

Prabowo Paket Puan Maharani, Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo Saingan Terberat

Nasional

Dalil Hadits-Hadits Ihwal Bi’dah

Nasional

Komisi II DPR RI Ingin Honorer K2 Secepatnya Jadi PNS

Nasional

Korban Banjir Kelaparan, Terpaksa Makan Mi Mentah

Nasional

Pimpinan KPK Ajukan Judicial Review, Refly Harun: Itu Tantangan Bagi MK

Internasional

Enam Pengusaha Besar China Siap Bangun Kawasan Industri Takalar