Home / Daerah

Kamis, 2 April 2020 - 13:42 WIB

Anies Akan Minta Petunjuk Ulama dalam Menyambut Ramadhan di Tengah Corona

BERITAWAJO.COM – Tidak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan suci ramadhan. Dimana pada bulan tersebut umat muslim pada umumnya akan lebih banyak mengisi dengan kegiatan-kegiatan peribadatan.

Namun saat ini kondisi seluruh dunia sedang dilanda wabah virus Corona (Covid-19) yang kian mengkhawatirkan dan mengharuskan menghindari kerumunan.

Terkait hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan sejauh ini masih melihat situasi dan perkembangan. Anies mengaku perlu arahan dari para ulama.

Baca  Survei Penanganan Covid-19: Warga Lebih Puas Kerja Pemprov DKI Dibanding Pemerintah Pusat

“Sejauh ini belum ada langkah khusus terkait dengan kegiatan peribadatan. Kami akan menunggu barangkali juga dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), mungkin akan ada arahan ketika kita mendekati ramadhan,” ujar Anies saat melakukan video conference bersama Wakil Presiden RI, Maruf Amin, Kamis (2/4).

Meski demikian, Anies memastikan stok kebutuhan pangan menjelang ramadhan aman sampai dengan lebaran. “Jadi persiapan dalam artian logistik Insya Allah aman. Tapi persiapan terkait kegiatan peribadatan kami akan menunggu situasi sambil nantinya menjelang ramadhan akan mendiskusikan dengan para ulama,” pungkasnya

Baca  Polemik Bansos DKI: Tiga Menteri Jokowi Lawan Anies

Artikel ini telah tayang di Rmol.id

Share :

Baca Juga

Daerah

Aneh! Sudah Meninggal, Pasien Corona di Bantul Dinyatakan Sembuh

Daerah

Gubernur Khofifah akan Cabut Izin Salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya

Daerah

Viral, Tak Terima Ditegur Tidak Pakai Masker, Oknum Polisi di Kendari Lawan Petugas

Daerah

4 Pesan Anies Baswedan Menyambut Lebaran 2020 untuk Warga DKI Jakarta

Daerah

Ketika Ijtimah Jamaah Tabligh Batal dan Pelantikan Uskup Baru Ruteng di NTT Tetap Digelar

Daerah

Satu Lagi Dokter Meninggal karena Pasien tak Jujur

Daerah

Percaya Nggak? Warga Garut Klaim Mampu Obati Orang Terpapar Corona

Daerah

Pemprov Aceh Siapkan Kuburan Massal Korban Virus Corona