Home / Nasional

Jumat, 29 Mei 2020 - 07:14 WIB

Anak Buah Luhut: Indonesia Memang Butuh 500 TKA Asal China

Ilustrasi TKA China/ist

Ilustrasi TKA China/ist

Protes sejumlah kalangan atas rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia kembali mendapat klarifikasi dari pemerintah.

Menurut Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, alasan pemerintah mendatangan 500 TKA China ke Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China.

Jodi menyadari teknologi RKEF China, bisa membangun smelter secara ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Teknologi ini juga menghasilkan produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional.

“Kenapa butuh TKA dimaksud? Karena mereka bagian dari tim konstruksi yang akan mempercepat pembangunan smelter dimaksud. Setelah smelter tersebut jadi, maka TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing,” ujar Jodi dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).

Baca  Jika Tak Diintervensi, 1.046 ODP Akan Mudik dari Jakarta

Dia menekankan, kehadiran TKA asal China tersebut juga tidak akan menggerus tenaga kerja berasal dari dalam negeri. Sebagai contoh, seperti di IMIP yang ada di Morowali, saat ini mayoritas sudah beroperasi secara penuh, walaupun masih ada sedikit progress pembangunan fasilitas hilirisasi nikel yang sedang dikembangkan.

Pihaknya mencatat, tenaga kerja lokal di sana saat ini adalah 39.500 sementara yang TKA ada 5.500. Jadi jumlah TKA kira-kira hanya 12 persen dari total pekerja. “Saya yakin jika proses pembangunan smelter yang baru sudah selesai jumlahnya pun akan turun,” kata dia.

Baca  Oknum Mahasiswi Tawarkan Temannya ke Lelaki Hidung Belang, Tarif Rp700 Ribu Kencan Singkat

Contoh lainnya, terjadi di Weda Bay, yang saat ini sebagian besar masih dalam fase konstruksi. Di sana jumlah tenaga kerja adalah 8.900 orang, dengan tenaga kerja lokal sebesar 7.700 dan TKA 1.200. Itupun tenaga kerja lokal masih jauh lebih banyak.

Tak hanya itu, di Kawasan industri Virtue Dragon di Konawe, yang belakangan diributkan, jumlah tenaga kerja seluruhnya adalah 11.790 orang. Dengan komposisi 11.084 tenaga kerja Indonesia dan 706 TKA China.

Baca  Siapkan Duit Rp 720 Triliun, Luhut: Jangan Bilang Saya Mengurusi Semua, Ini juga Bidang Saya

“Jadi kalau nambah 500 TKA untuk mempercepat progress konstruksi agar cepat beroperasi sehingga tenaga kerja lokal bisa lebih banyak diserap, apakah hal itu suatu yang salah?,” katanya.

Ditegaskan Jodi, TKA yang datang ini bukan malah mengambil pekerjaan dari tenaga kerja lokal, tapi justru untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal, karena ketika sudah mulai beroperasi, tenaga kerja lokal akan mayoritas.

“Penciptaan lapangan kerja adalah prioritas utama dari Pemerintah, jangan dibalik-dibalik dengan informasi yang menyesatkan,” jelas dia. (bl)

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi Minta Warga Hidup Berdamai dengan Virus Corona

Nasional

Survei: Penanganan Corona oleh Provinsi Lebih Baik dari Pusat

Nasional

Sandi Desak Lockdown: Ekonomi Bisa Dinegosiasikan, Nyawa Tak Diperdebatkan

Nasional

Anies Keluhkan Kebijakan Pemerintah Pusat yang Tak Konsisten

Nasional

Tragis! Ketua RT dan Warga Palembang Berteriak Usir Perawat RS Siloam

Nasional

Dukun yang Obati Pasien Corona di-Rapid Test Sekeluarga

Global

Sandingkan Beijing, Tito Karnavian: Jakarta Sekarang Kayak Kampung

Nasional

Umpat FPI, Ade Armando Bakal Dilapor ke Bareskrim