Home / Kriminal

Minggu, 8 Maret 2020 - 16:48 WIB

Aksi Koboi Wali Murid Memukul Kepsek dan Melepaskan Tembakan

Ilustrasi

Ilustrasi

BERITAWAJO.COM – Peristiwa seorang wali murid menganiaya Kepala Sekolah SMAN 10 di Tanjung Jabung Barat, Jambi, dan diduga sambil bawa pistol menjadi viral di media sosial, Rabu (4/3/2020).

Aksi koboi wali murid itu diduga gara-gara ponsel anakya disita sekolah saat ujian online yang digelar sekolah. Dilansir dari Tribunnews, oknum wali murid tersebut diduga sempat melepaskan tembakan dari pistol yang dia bawa. Aksi itu pun membuat warga di sekolah panik dan lari ketakutan.

Baca  Arab Saudi Hukum Mati 5 Pembunuh Jamal Khashoggi

“Tiba-tiba terdengar letusan yang keras, semua warga sekolah yang ada di lokasi berhamburan keluar. Dari halaman sekolah, kepala sekolah melihat seorang laki-laki (diduga orangtua murid) langsung membentak dan memukul kepsek. Kepsek mencoba menghindar dengan menangkis pukulan tersebut. Karena merasa belum puas, yang bersangkutan langsung menyingkap sebagian bajunya dan terlihat jelas pistol terselip di pinggangnya,” papar Lukman, seperti dilansir dari Tribunnews.

Menurut Lukman, kejadian itu berawal saat sekolah menggelar ujian secara online, pihak sekolah meminta seluruh murid untuk mengumpulkan ponsel. Namun, salah satu siswa menolak karena mengaku orangtuanya melarang untuk memberikan ke pihak sekolah.

Baca  Mantan Ketua DPRD Enrekang, Disman Duma, Tersandung Narkoba

“Siswa bersangkutan beralasan orangtuanya tidak mengizinkan HP tersebut dikumpulkan. Demi kebersamaan kedudukan siswa dalam penegakan aturan, kepsek tetap meminta HP tersebut dan meminta siswa menginformasikan ke orangtuanya,” terang Lukman, Ketua PGRI Provinsi Jambi Sabtu (7/3/2020).

Sementara itu, Wakapolres Tanjung Jabung Barat Kompol Wirmanto, mengaku telah menerima laporan insiden tersebut. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendalaman penyelidikan terkait kasus kekerasan itu.

Baca  Pelajar Pembunuh Pelaku Begal Mulai Jalani Masa Hukuman

“Iya, sudah ada laporan, tadi kita juga sudah bertemu dengan PGRI,” katanya kemarin.

Pihak PGRI sendiri memastikan akan melakukan pendampingan kepada kepala sekolah yang menjadi korban.

“Tadi sudah dilaporkan ke Disdik dan sudah dimusyawarahkan dengan PGRI dan pengawas. Dari kesepakatan tadi akan melaporkan ke pihak yang berwajib,” kata Plt Kadis Pendidikan Provinsi Jambi, Syahran

Berita ini telah tayang di Kompas.com

Share :

Baca Juga

Kriminal

Nekad ke Indonesia untuk Nikahi Gadis Sidrap, WNI Filipina Dideportasi

Kriminal

Pelajar Pembunuh Pelaku Begal Mulai Jalani Masa Hukuman

Kriminal

Pengakuan Istri Hakim PN Medan Zuraida Hanum: Saya Lagi Hamil, Dia Bawa Perempuan ke Rumah

Kriminal

Ini Tiga Negara Pemasok Narkoba ke Indonesia

Global

Arab Saudi Hukum Mati 5 Pembunuh Jamal Khashoggi

Kriminal

Tega! Tak Terima Disebut Letoy Oleh Istri Sendiri, Pria Ini Menghabisi Istrinya

Kriminal

Seru! Polisi Menyamar Jadi Emak-emak Berdaster & Berhijab, Berhasil Tangkap Komplotan Begal

Kriminal

Gara-gara Ucapan Hitam Dekil, Seorang Perempuan Tewas Dibunuh Tetangga