Home / Nasional

Kamis, 30 April 2020 - 11:07 WIB

Ahok Dicari-cari Pengamat: Kok Harga BBM Tak Kunjung Turun?

Melorotnya harga minyak dunia sudah semestinya diimbangi dengan penurunan harga BBM jenis Pertamax maupun Pertalite. Namun, hingga kini pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) masih bertahan dengan harga normal. Dengan kata lain, harga BBM saat ini tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, harga BBM jenis Pertamax seharusnya sudah berada di Rp 4.540 per liter pada 1 Mei 2020. Hal itu berdasarkan formula penghitungan harga dalam Keputusan Menteri ESDM No. 62K/MEM/2020 tertanggal 28 Februari 2020.

Baca  Dahlan Iskan: Bersyukur Ada Wabah Corona? Rakyat Kecil Bisa Bersedekah ke Pertamina

“Harusnya ini sudah turun,Pertamax harusnya Rp 4.540 per liter pada 1 Mei. Itu kan formulanya jelas. Perhitungannya bulanan berdasarkan 2 parameter penentu harga dasar BBM, yaitu nilai rata rata MOPS atau Argus dan nilai tukar dolar Amerika, kemudian ditambah 10% untuk keuntungan badan usaha,” ungkap Yusri dalam keterangannya, Kamis (30/4/2020).

Yusri menjelaskan dalam Kepmen ESDM perhitungan BBM dihitung bulanan. Dalam hal ini harga per 1 Maret acuannya dihitung pada periode 24 Maret hingga 25 April.

Baca  Uztadz Tengku Zulkarnain: Pak Jokowi, Apakah Tidak Malu Atas Kelakuan Pendukung Bapak di Medsos?

Dari perhitungannya, asumsi harga minyak sesuai MOPS rata-rata berada di harga US$ 23 sementara nilai tukar mata uang sebesar Rp 15.800 per dollar AS. Perlu diketahui satu barel minyak berisi 159 liter.

Kemudian, ada asumsi Rp 1.800 per liter untuk menghitung pajak pemerintah, biaya pengadaan, hingga penyimpanan. Ditambah 10% margin dari harga dasar.

Dengan hitungan tersebut maka harga jual BBM Pertamax alias RON 92 yang merupakan penjumlahan dari harga dasar dan margin, seharusnya menjadi Rp 4.540 per liter.

Baca  Ringankan Beban di Tengah Pandemi, Mestinya Harga BBM Turun

Kemudian untuk harga jual Petralite, Yusri mengatakan formula di dalam Kepmen menunjukkan harga BBM RON 90 seharga 99,12% dari harga RON 92. Maka harusnya harga Petralite menjadi Rp 4.500 per liter.

“Komisaris Utama Pertamina, Ahok apa tidak tahu hitungan ini? Kok tumben belum muncul?” demikian Yusri.

Share :

Baca Juga

Nasional

Jubir Pemerintah RI Bantah Tudingan Manipulasi Data Kasus Corona

Nasional

Duta Besar India Mengecam Aksi Pembakaran Bendera India

Nasional

UAS Soal Tukang Bully; Dilapor Mereka Mencret!

Nasional

Hamil Lalu Buang Bayi, Sepasang Pelajar SMP Ditangkap Polisi

Nasional

Besok Front Pembela Islam (FPI), GNPF, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 Akan Demo, Surat pemberitahuan Sudah Sampai

Nasional

Jumince Sabneno Dibunuh Pacar Raymundus, Ini Motifnya

Nasional

Prabowo: Dalam Perang Tentara di Garis Depan, Sekarang Dokter Pahlawan Bangsa

Nasional

32 MUI Daerah Desak Jokowi Batalkan Pelonggaran Transportasi