Agar Tahu Bukan ASN, Honorer Pemkot Makassar Pakai Seragam Khusus

BERITAWAJO.COM, MAKASSAR — Pemkot Makassar menyiapkan seragam khusus untuk honorer. Kebijakan mulai berlaku Januari 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, mengatakan, sudah ada perwali yang mengatur kebijakan tersebut. Yakni Peraturan Walikota Nomor 77 Tahun 2019.


Foto Istimewa

“Honorer nanti telah disiapkan pakaian dinas harian. Seperti pakai batik pada Kamis dan Jumat,” ujarnya, Senin, 16 Desember.

Basri menjelaskan, tujuan dikeluarkannya perwali untuk membedakan pegawai berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak. Selama ini memang tak ada pembeda saat mereka beraktivitas di kantor pemerintahan. “Itu tujuan utamanya. Apalagi jumlah tenaga kontrak atau honorer kita lumayan banyak,” tandasnya.

Keluarnya perwali, kata Basri, tak ada hubungannya dengan temuan honorer tak aktif oleh Inspektorat Makassar belum lama ini. “Ini lebih kepada begaimana kita bisa pantau kinerja ASN kita. Begitu pun dengan honorer. Kalau kita di lapangan memang susah dibedakan. Pakaian seragamnya sama,” terangnya.

Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menerangkan tujuan penerapan merujuk pada Permendagri tentang tata laksana ASN. Pegawai yang berhak menggunakan PDH memang yang berstatus ASN.

“Nanti ada id card khusus untuk tenaga kontrak. Di situ ada lambang Pemkot Makassar,” terangnya kepada FAJAR.

Tenaga honorer rencananya akan mengenakan kemeja polos abu-abu muda dan celana gelap untuk Senin-Rabu.

Ketua Komisi A Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Aset DPRD Makassar, Supratman mendukung langkah Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan aturan penggunaan pakaian dinas bagi pegawai honorer.

Supratman menilai dengan pakaian yang berbeda maka tenaga honorer menjadi mudah untuk dibedakan dengan yang berstatus ASN. Dampaknya bisa secara langsung dilihat kinerjanya.

“Jadi bisa langsung dikenali, mana lebih rajin. Kalau dia ternyata honorer dan lebih malas maka bisa jadi evaluasi untuk diberhentikan saja,” imbuhnya.

Di sisi lain dengan adanya perbedaan seragam, maka akan lebih mudah untuk melihat serta memantau SKPD yang paling banyak memakai tenaga honorer.

“Nanti SKPD akan langsung ketahuan seberapa banyak dia pakai tenaga honorer. Apakah jumlah itu efektif atau justru mubazir,” tegas politikus Partai Nasdem ini.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

0 Response to "Agar Tahu Bukan ASN, Honorer Pemkot Makassar Pakai Seragam Khusus"

Post a Comment

Iklan

Iklan Tengah

Iklan Tengah

Iklan