Skip to main content

follow us

Politikus PDIP Polisikan Novel, Pengacara: Dewi Tanjung Sedang Pertontonkan Fitnah Keji

BERITAWAJO.COM, FAJAR.CO.ID — Tim kuasa hukum Novel, Alghiffari Aqsa meminta agar aparat kepolisian tak melanjutkan laporan terhadap Novel. Pasalnya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh politikus PDI Perjuangan, Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung.

Laporan itu terkait dugaan penyebaran berita bohong soal insiden penyiraman air keras. “Meminta kepolisian untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap laporan yang diajukan oleh Politisi PDIP,” kata Alghiffari dalam keterangannya, Kamis (7/11).


Novel Baswedan terbaring dalam perwatan usai disiram air keras.

Menurut Alghif, pernyataan Dewi Tanjung terkait laporannya ke Polda Metro Jaya merupakan fitnah keji terhadap Novel. Padahal, Novel merupakan korban penyiraman air keras.

“Sebagai korban, berbagai fitnah keji dialamatkan kepadanya, padahal berbagai fakta dan bantahan sudah disampaikan langsung oleh Novel termasuk Pimpinan KPK. Bahkan, selama ini pemerintah secara resmi memberikan bantuan untuk pengobatannya,” ucap Alghif.

Atas pelaporan terhadap Novel tersebut, kata Alghif, pihaknya bakal mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana terkait dengan fitnah yang ditujukan kepada Novel Baswedan. Sebab menurutnya, Novel tidak merekayasa hingga mengakibatkan sebelah matanya mengalami sakit.

“Kapolri saat itu, Tito Karnavian pun sudah menyaksikan langsung kondisi Novel tak lama setelah kejadian. Sungguh ini merupakan tindakan di luar nalar dan batas kemanusiaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kader PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung. Novel disebut melakukan rekayasa terkait kasus penyiraman air keras. Novel dianggap melakukan kebohongan publik terkait penanganan matanya itu

Dewi menyebut ada hal-hal yang janggal dari penanganan mata Novel Baswedan usai teror penyiraman air keras itu.

“Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami. Dari rekaman CCTV dia, dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta. Gitu kan,” ucap Dewi Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11).

Dia membawa bukti berupa rekaman video Novel saat berada di rumah sakit di Singapura, rekaman kejadian penyiraman, rekaman saat Novel keluar dari rumah sakit hingga foto-foto Novel yang diperban di bagian kepala dan hidung.

Dewi melaporkan Novel dengan pasal penyebaran berita bohong melalui media elektronik. Laporan polisi itu tertuang dalam nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit Krimsus. Pelapor dalam hal ini Dewi Tanjung sendiri dan terlapor Novel Baswedan.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Berita Terkait Lainnya:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar