Skip to main content

follow us

Penemuan Heboh Itu Ternyata Palsu, Modus Kades Demi Naikkan Harga Tanah

BERITAWAJO.COM, WATAMPONE — Kepala Desa Pinceng Pute, Kecamatan Ajangale, Sudirman, berhasil membuat dirinya viral dan terkenal. Membuat cerita penemuan emas melalui mimpi, datuk dari Malaysia juga sampai-sampai datang. Ternyata semua itu hanyalah rekayasa.

Fakta ini terkuak setelah Polres Bone menyelidikinya. Setelah ditelusuri, lempengen tersebut merupakan lempengen titanium berlogo presiden RI pertama dan bukan merupakan lempengan emas batangan dan koin emas murni.


Personel Polres memperlihatkan barang yang dipastikan bukan emas.

Ada pun asal-usul barang tersebut merupakan milik orang lain yang dititipkan ke Sudirman untuk dijual kepada kolektor. Sudirman mengakui, penyebaran informasi tentang barang tersebut diperoleh dari petunjuk mimpi atau ritual di lokasi tanah miliknya dan menyampaikan ke masyarakat umum yang hadir di pesta rakyat.

“Bahwa, masih banyak jenis barang serupa (lempengan dan koin emas batangan) yang terkandung di lokasi penemuan tersebut,” kata Sudirman kepada polisi.

Itu sengaja dilakukan hanya untuk mendongkrak harga lahan tanah miliknya yang dianggap mengandung kandungan emas di dalamnya.

Kasat Intel Polres Bone, AKP Surahman, menegaskan, benda itu bukanlah emas dan tidak ditemukan dalam mimpi. Melainkan hanya kuningan biasa. “Itu titanium. Bukan emas, dan titipan dari orang,” katanya, kepada FAJAR, Rabu (27/11/2019).

Sang Kepala Desa itu pun meminta maaf atas perbuatan yang telah dilakukan. “Saya selaku kepala desa Pinceng Pute memohon maaf dan mengklarifikasi penemuan emas batangan secara mimpi. Dan bahwa itu tidak benar dan barang tersebut milik orang lain yang dititip untuk dijualkan,” aku Sudirman.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Berita Terkait Lainnya:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar