Skip to main content

follow us

Lapor Balik Hamzah Abdullah Cs ke Polda, Risman: Kita Sudah Cukup Sabar

BERITAWAJO.COM, MAKASSAR — Kasus dugaan pencemaran nama baik mantan Bendahara Golkar Sulsel, Rusdin Abdullah, yang menjerat Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai, sebagai tersangka kini memasuki babak baru.

Kali ini, giliran Risman, mantan Ketua Panitia Pelaksana Musda Golkar Sulsel 26 Juli di Hotel Novotel mengambil langkah tegas dengan melaporkan balik Hamzah Abdullah, loyalis Rudal (Rusdin Abdullah) ke Polda Sulsel.


Risman Pasigai

Adapun Nomor LP yakni; LP.-B/407/XI/SPKT Polda Sulsel, perihal tentang pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 210 KUHPidana.

“Kami sudah laporkan Hamzah Abdullah Cs ke Polda. Saya langsung didampingi kuasa hukum Partai Golkar Sulsel, Syahrir Cakkari,” kata Risma, Kamis, 14 November 2019.

Rusman mengatakan, internal Golkar selama ini cukup sabar dan diam atas permasalahan itu, karena menganggap mereka (loyalis Rudal,red) orang baik.

Tetapi karena sudah kelewatan, apalagi sampai membawa persoalan itu ke ranah hukum dan mempolisikan panitia, maka tentu jalur hukum juga kami tempuh dengan cara melaporkan balik mereka atas pencemaran nama baik harkat dan martabat Nurdin Halid secara pribadi dan sebagai ketua partai.

“Jadi kurang sabar apa kita. Kita tommo diganggu acarata’, kita tommo lagi dilapor polisi, kan terganggu rasanya integritas kepartaian kita semua,” tutur Risman.

Tidak hanya mencemarkan nama baik Nurdin Halid, kata dia, Hamzah Cs datang ke arena musda membuat kericuhan.

“Mereka datang ke arena musda di mana mereka bukan peserta dan undangan yang kemudian membuat kericuhan,” bebernya.

Terpisah, Syahrir Cakkari membenarkan dirinya bersama Risman mendatangi Polda Sulsel untuk melaporkan Hamzah Abdullah yang tak lain adalah orang dekat Rudal.

“Iya pencemaran nama baik Pak NH yang kami laporkan,” kata Syahrir Cakkari.

Laporan itu, kata Syahrir, diterima langsung oleh Aipda Hasri.

Ihwal kasus ini terjadi dan akhirnya berbuntut panjang, pada saat Musda Golkar Sulsel pada tanggal 26 Juli 2019 lalu, di mana pada saat itu Hamzah Abdullah dan Muh Taufik yang juga kader Partai Golkar membagikan selebaran yang berisi memprotes dan menolak acara Musda Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Nurdin Halid.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Berita Terkait Lainnya:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar