Skip to main content

follow us

Camat S Jadikan Video Mesum Dirinya Jadi Status WhatsApp, Ini yang Terjadi

BERITAWAJO.COM, WONOGIRI– Pemkab Wonogiri bertindak cepat dalam menangani S, oknum camat yang mengunggah video mesum dirinya sebagai status di aplikasi Whatsapp. Camat yang bersangkutan langsung diberhentikan dari jabatannya. Kini, pemkab menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke kepolisian.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo “Jekek” mengungkapkan, dia merasa prihatin dengan ulah oknum camat tersebut. Pasalnya, camat tersebut telah mencederai profesionalitas dalam bekerja dan jabatannya sebagai camat.


ilustrasi

“Yang pertama, tentunya saya prihatin dengan video itu. Di mana perangkat kerja kami telah berbuat sesuatu yang sangat tidak mencerminkan profesionalitas,” kata Jekek, Rabu (27/11).

Jekek sebagai pejabat pembina kepegawaian langsung bertindak cepat. Oknum camat itu langsung diberhentikan dari jabatannya. Sementara untuk pemecatan dia sebagai aparatur sipil negara (ASN), tentu masih menunggu proses-proses sesuai ketentuan.

“Setelah kami mendapatkan bukti dan pengakuan bahwa yang dalam video itu adalah benar yang bersangkutan, maka langkah kami per Selasa (26/11) malam, langsung kita berhentikan dari jabatan camat,” tegas Jekek.

Untuk selanjutnya, bupati menyerahkan kasus tersebut kepada polisi. Tujuannya agar pihak kepolisian bertindak sesuai hukum yang berlaku. Saat ini, kasus itu langsung ditangani jajaran Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, menurut keterangan warga Kecamatan Bulusulur, oknum camat yang juga tinggal di wilayah tersebut sudah tidak hadir dalam rapat kumpulan RT pada Selasa (26/11) malam. Padahal, biasanya camat S yang dikenal ramah dan alim tersebut selalu datang ke pertemuan RT.

“Tadi malam kumpulan, tapi beliau (camat, Red) tidak ada. Enggak tahu ke mana. Beberapa hari saya tidak ketemu,” kata JS, warga Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Supriyanto mengakui, warga di kecamatan tempat camat itu bertugas sudah mulai resah dengan unggahan video syur sejak Senin (25/11). Kebetulan Supriyanto berasal dari daerah yang sama dengan tempat bertugas si camat S. Dikatakan Supriyanto, sebagian besar masyarakat di kecamatan itu kecewa dengan ulah camatnya yang menjadi pelaku sekaligus mengunggah video mesum itu.

“Pastinya sangat kecewalah,” kata Supriyanto.

Dia menduga, pelaku wanita dalam video mesum camat tersebut juga merupakan warga setempat. Hal itu menambah kekecewaan dan keresahan warga. Namun, sejak kasus tersebut ditangani kepolisian, keresahan masyarakat mulai reda. Saat ini, kondisi di kecamatan relatif kondusif.

Sayang, otoritas Polda Jawa Tengah belum bisa dimintai konfirmasi terkait penanganan video mesum tersebut.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Berita Terkait Lainnya:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar