Skip to main content

follow us

BERITAWAJO.COM, MAROS — Peristiwa miris dialami seorang pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), JA (12). Dia diduga menjadi korban pelecehan seksual di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang ditengarai penyandang disabilitas ini dilakukan oleh tetangganya sendiri yang berdomisili tak jauh dari rumahnya.


FAJAR.CO.ID, MAROS -- Peristiwa miris dialami seorang pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), JA (12). Dia diduga menjadi korban pelecehan seksual di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang ditengarai penyandang disabilitas ini dilakukan oleh tetangganya sendiri yang berdomisili tak jauh dari rumahnya.Bhabinkamtibmas Desa Simbang, Aiptu Teguh Sugiri, mengatakan, dia telah mendapatkan informasi dari warga di Dusun Pattunuang, yang juga sekolah di Dusun Balangajia Desa Samangki.Setelah mendapat informasi itu, ia pun bersama piket intel dan tetangga sekaligus keluarga korban kemudian mendatangi rumah korban. Meski ia mengaku sempat kesulitan menggali informasi lebih jauh. Sebab, ada anggota keluarga korban yang keberatan dan menganggap itu sebagai aib.Bahkan, korban sempat menangis saat ditanyai. Sehingga butuh waktu untuk membujuknya."Setelah memberi pemahaman dengan membujuk korban barulah diakui jika terjadi dugaan tindak pidana pelecehan seksual," sebutnya. (rin)

Bhabinkamtibmas Desa Simbang, Aiptu Teguh Sugiri, mengatakan, dia telah mendapatkan informasi dari warga di Dusun Pattunuang, yang juga sekolah di Dusun Balangajia Desa Samangki.

Setelah mendapat informasi itu, ia pun bersama piket intel dan tetangga sekaligus keluarga korban kemudian mendatangi rumah korban. Meski ia mengaku sempat kesulitan menggali informasi lebih jauh. Sebab, ada anggota keluarga korban yang keberatan dan menganggap itu sebagai aib.

Bahkan, korban sempat menangis saat ditanyai. Sehingga butuh waktu untuk membujuknya.

“Setelah memberi pemahaman dengan membujuk korban barulah diakui jika terjadi dugaan tindak pidana pelecehan seksual,” sebutnya.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Berita Terkait Lainnya:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar