Home / Daerah

Minggu, 26 April 2020 - 16:13 WIB

20 TKI Ilegal dari Malaysia Masuk Sumut Pakai Sampan

Medan – Gelombang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia masih terus memasuki wilayah Sumatera Utara (Sumut) di masa pandemi virus corona (Covid-19). Padahal, Malaysia telah memperpanjang penutupan wilayah atau lockdown hingga 12 Mei.

Kali ini, Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I kembali mengamankan 20 orang pekerja migran ilegal di perairan Tanjung Siapi-Api Kabupaten Asahan, Minggu (26/4).

Para pekerja ilegal ini menumpang sampan untuk melakukan perjalanan tidak resmi dari negara tetangga. Ke-20 orang tersebut terdiri 13 laki-laki dan 7 orang wanita termasuk satu balita perempuan.

“Mereka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat dan langsung kita tindak lanjuti dengan melakukan pergerakan serta pengejaran menggunakan Kapal Patkamla (Patroli Keamanan Laut) TBA I-1-61,” kata Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, Minggu (20/4).

Baca  Lucu! Gubernur Edy Rahmayadi Suruh Pasien Corona Push Up: Mereka Sehat-sehat Kok

Sampan tersebut diamankan pada pukul 01.30 WIB. Selanjutnya sampan diperiksa dan digiring ke Posmat Bagan Asahan, Lanal Tanjung Balai Asahan guna diperiksa lebih lanjut.

“Setibanya di Posmat Bagan Asahan, seluruh penumpang sampan diperiksa dengan menerapkan protap pemeriksaan pada saat Pandemi Covid-19 oleh Satgas Covid-19 Lanal Tanjung Balai Asahan,” kata dia.

Pemeriksaan kesehatan, pengukuran suhu badan dan penyemprotan cairan disinfektan kepada penumpang, barang bawaan maupun kapal yang digunakan tetap dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona yang datang dari luar negeri.

“Kondisi mereka baik setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan awal oleh Tim Kesehatan Lanal Tanjung Balai Asahan serta pemeriksaan kapal. ABK dan TKI selanjutnya kita serahkan ke Satgas Covid-19 Kota Tanjung Balai untuk penanganan lanjutan terkait dengan pandemi virus corona,” tambahnya.

Baca  Dampak Covid-19, Punya Utang di Rentenir? Pemkab Garut Siap Bantu Lunasi, Ini Syaratnya

Dari hasil pemeriksaan, didapat hasil bahwa ke-20 TKI ilegal tersebut melakukan perjalanan dari Malaysia menuju ke Kuala Leidong, Kabupaten Labura. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke daerah asal mereka yakni Batubara, Langkat dan Aceh.

“Dua puluh orang tersebut kini ditangani oleh Kantor Imigrasi dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjung Balai guna dilakukan proses lanjutan dan karantina,” ujar Dafris.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid, mengatakan TNI AL, tidak akan mengendurkan pengawasan terhadap jalur-jalur masuk secara ilegal melalui laut.

Baca  Jutaan WNI di Malaysia Diminta Tak Pulang, Pemerintah Siap Kirim Sembako

“Kita tidak akan mengambil resiko besar pada waktu seperti saat ini, apalagi penyebaran virus Corona dikhawatirkan datang dari luar negeri. Kita terus meningkatkan tugas patroli terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal,” tegasnya.

Selain penyelundupan TKI ilegal yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanjung Balai Asahan, juga diwaspadai kemungkinan penyelundupan lainnya seperti komoditas dan narkoba.

“Dalam beberapa pekan terakhir kita sudah kesekian kali mengamankan TKI yang kembali dari Malaysia dan itu selalu menjadi perhatian lebih kita akhir-akhir ini guna meningkatkan patroli,” paparnya. (fnr/gil)

Share :

Baca Juga

Daerah

Daerah Terkendali Covid-19, MUI Sumut: Tetap Shalat Berjamaah di Masjid

Daerah

Wah, Haerul Sang Pembuat Pesawat Selain Tak Tamat SD Juga Memiliki Istri Empat

Daerah

Lockdown Dibatalkan Pemerintah, 19 Orang Ini Menggugat Jokowi

Daerah

Ketika Ijtimah Jamaah Tabligh Batal dan Pelantikan Uskup Baru Ruteng di NTT Tetap Digelar
Pemprov Sumut Gratiskan Tagihan Air

Daerah

Dampak Corona, Pemprov Sumut Gratiskan Tagihan Air PAM Selama 3 Bulan

Daerah

Karena Menutup Dolly, Rumah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Sering Didatangi Ular

Daerah

Risma Beda dengan Khofifah Mengenai Pabrik Rokok Sampoerna Klaster Baru Corona

Daerah

Luar Biasa! Karena Surat Anies Semangat Perawat Melawan Corona Makin Tinggi