PSDA Wajo Target 50 Persen Aliri Sawah Tadah Hujan

PSDA Wajo Target 50 Persen  Aliri Sawah Tadah Hujan

BERITA WAJO – Terkait keluhan sejumlah warga Desa Ujungnge akan keringnya lahan sawah milik warga, Kepala UPTD Bila Kalola Muhtar yang ditemui di Kantor Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi Dan Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kabupaten Wajo mengatakan, permasalahan petani di daerah irigasi Ujungnge memang benar adanya. Kamis 12 Februari  2015. Bacaki Juga : Aspirasi Warga Ujungnge Keluhkan Aliran Air Sawah

Dan atas dasar itu pihak UPTD Bila Kalola menggelar rapat komisi irigasi, dan hasil dari rapat itu sudah diumumkan bahwa debit air tidak cukup.

Muhtar menambahkan, kalau dialirkan secara keseluruhan aliran air hanya mampu bertahan selama 54 hari saja, dan bila dikhususkan ke daerah irigasi Kalola hanya mampu mengalir selama 90 hari.

Kepala UPTD Bila Kalola Muhtar, S. Sos

Kepala UPTD Bila Kalola Muhtar, S. Sos

Dirinya juga menyebutkan bahwa kendala itu muncul juga karna Perkumpulan Petani Pemakai Air  (P3A) tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kemudian terkait adanya pengambilan air secara ilegal sudah dilaporkan. Disamping itu demi memenuhi kebutuhan air petani sawah, pihak UPTD Bila Kalola juga sudah melakukan rapat di Kantor Kecamatan, dan dari hasil pertemuan itu pengaliran air digilir selama seminggu per lokasi.

“Jadi kembali kami sampaikan bahwa pihak kami sudah melakukan rapat komisi irigasi, dan hasilnya juga sudah kita umumkan kalau debit air sekarang ini tidak cukup. Setelah itu kita langjutkan pertemuan di Kantor Kecamatan dan dari pertemuan itu lahir kesepakatan areal sawah milik warga akan dialiri secara bergiliran, akan tetapi kesepakatan itu yang dilanggar” terangnya.

Sekertaris Dinas Pengelolaan Sumber daya Air, Energi Dan Sumber Daya Mineral (PSDA, ESDM) Kabupaten Wajo H Darwin Jabir, M. Si

Sekertaris Dinas PSDA, Energi Dan Sumber Daya Mineral (PSDA, ESDM) Kab. Wajo H Darwin Jabir, M. Si

Sekertaris Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi Dan Sumber Daya Mineral (PSDA, ESDM) Kabupaten Wajo H Darwin menambahkan bahwa, terkait adanya Pompa ilegal yang beroperasi hingga sekarang ini, tentu harus ditindaki melalui jalur hukum, karna sejauh ini sudah tidak ada lagi solusi selain tindakan hukum.

“Adanya pompa ilegal yang selama ini beroprasi di irigasi akan ditindaki secara hukum, dan pihak UPTD akan melayangkan laporan tersebut kepada yang berwenang untuk dilakukan penertiban” katanya.

Kepala Dinas Dinas Pengelolaan Sumber daya Air, Energi Dan Sumber Daya Mineral (PSDA) Kabupaten Wajo Firmansyah Perkesi

Kepala Dinas PSDA, Energi Dan Sumber Daya Mineral (PSDA, ESDM) Kabu. Wajo Ir. H. Firmansyah Perkesi M. Si

Sementara itu Kepala Dinas Dinas Pengelolaan Sumber daya Air, Energi Dan Sumber Daya Mineral (PSDA, ESDM) Kabupaten Wajo H. Firmansyah Perkesi menerangkan bahwa, luas sawah yang dimiliki Kabupaten Wajo sekarang ini adalah seluas 93 ribu ha, 20 ribu ha ada daerah irigasi Bila Kalola yang sejauh ini sudah difungsikan selama 10 tahun lamanya.

Dan untuk memenuhi segalah kebutuhan air masyarakat petani juga direncana pembangunan irigasi Passelloreng yang akan mengaliri 8 ribu ha, serta pembangunan irigasi pompa sistem irigasi tehnis yang dapat mengaliri 18 ribu ha.

Bilamana perencanaan itu berjalan dengan baik maka 50 persen sawah tadah hujan yang ada di Kabupaten Wajo dapat diatasi dalam bentuk sistem irigasi teknis.

Keseluruhan sawah yang ada di Kabupaten Wajo sebanyak 93 ribu Ha, dan untuk memenuhi aliran air tersebut tentu kita akan membangun irigasi passelloreng serta pompa sistem irigasi teknis lainnya” pungkas Kepala Dinas PSDA, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Wajo Firmasyah Perkesi.

 

Subscribe

Dapatkan berita terbaru, gratis. Masukan email Anda, submit verifikasi ...