Pesta Panen Warga Desa Liu, Mesti Masih Butuh Perhatian
By: On:

Pesta Panen Warga Desa Liu, Mesti Masih Butuh Perhatian

Berita Wajo – Hamparan luas lahan sawah milik warga di desa Liu Kecamatan Sabbangparu Kabuapaten Wajo merupakan tumpuan masyarakat setempat.

Di lahan itulah masyarakat menggantungkan hidup dari hasil panennya. Setiap kali panen raya warga desa Liu mengadakan suatu acara syukuran yang dipadukan acara adat Istiadat suku Bugis.

Namun, di balik Pesta Panen yang digelar masyarakat setempat hari Sabtu 20 September 2014 tersimpan cerita duka yang butuh perhatian pihak pemerintah Kabupaten Wajo.

Meski hamparan sawah meluas di daerah itu, akan tetapi masyarakat petani masih minim pengetahuan akan pengelolaan lahan yang baik dan benar. Selain itu, petani masih mengeluhkan suplai air yang hampir tiap tahunnya kekurangan air untuk pengairan sawah.

Menurut Lanrukkeng Daeng Mappunna, yang merupakan Ketua Kelompol Tani Mattirowalie, “Penghasilan masyarakat per-hektar sawah belum maksimal. Lahan sawah milik warga per-hektar hanya mampu bereproduksi 6 hingga 7 Ton saja. Dan dari hasil panen itulah warga setempat berharap ada perhatian serius pihak pemerintah Kabupaten Wajo kepada petani yang ada di desa Liu.”

Acara Pesta Adat Bugis Mappadendang

Acara Pesta Adat Bugis Mappadendang

Pada sore harinya terlihat kebersamaan masyarakat desa Liu menggelar pesta adat dalam bentuk Mappadendang, masyarakat setempat turut berdatangan dengan rasa solidaritas tinggi menjunjung tinggi tradisi turun temurun tersebut.

Dan pada malam harinya dilanjutkan kembali acara serupa yakni acara Mappadendang. Disamping Mappadendang pada malam harinya, warga setempat juga menggelar acara Massure, Mappacing-pacing, Makkacapi, dan Maggambusu.

Selain itu, pada penutupan pesta panen ada masyarakat Liu, warga setempat kembali dihibur musik elekton yang mengundang tawa bagi khalayat ramai yang ikut berpartisifasi pada pesta ada tersebut.