Oknum RSUD Lamaddukkelleng Larang Wartawan Ambil Gambar

Oknum RSUD Lamaddukkelleng Larang Wartawan Ambil Gambar

BERITA WAJO – Pihak Rumah Sakit Umum Lamaddukelleng seakan tertutup, saat awak media hendak mengambil gambar korban tersambar petir. Terlihat salah satu petugas Rumah Sakit Umum Lammadukkelleng saat jaga malam melarang wartawan mengambil gambar korban sementara mendapatkan perawatan.

Terlihat tak segang-sengang petugas yang mengenakan baju seragam warna merah menutup pintu kamar tempat korban dirawat di Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng Kota Sengkang. Menurutnya, ada aturan dikeluarkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng yang harus dipatuhi awak media.

Katanya, aturan itu sudah ada ditempel disuatu ruangan di Rumah Sakit Umum Lamaddukelleng akan larangan keras bagi wartawan untuk mengambil gambar pasien. “Khusus pasien tidak boleh,” katanya singkat.

Saat awak media ingin mengetahui kebenaran aturan itu namun, oknum tersebut tidak memperlihatkan dan dia hanya menunjuk suatu ruangan.

“Coba kita lihat disana ada plakatnya,” terangnya Wartawan Media Dinamika Indonesi Group (DKI Berita Wajo) Edi adalah salah satu wartawan yang berkecimpung di Kabupaten Wajo yang dihalang-halangi oleh oknum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng pada saat hendak melaksanakan tugasnya.

“Saya cuman mau ambil gambar membenarkan korban berada di Rumah Sakit Umum Lamaddukelleng Sengkang, tapi pada saat hendak mengambil gambar korban, oknum rumah sakit melarang dan menutup pintu kamar pasien, dengan alasan ada aturan tidak boleh ambil gambar pasien,” tuturnya. Advokat Sudirman, SH saat dimintai keterangan terkait adanya larangan wartawan mengambil gambar menyayangkan hal itu, dan bagi oknum yang menghalang-halangi Wartawan dalam bertugas dianggap melanggar UU Pers No. 40 / 1999 Pasal 18 Ayat 1.

Dimana pada Pasal 18 Ayat 1 UU Pers No. 40/1999 dijelaskan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers dalam mencari, memperoleh, & menyampaikan gagasan dan informasi, terkena sanksi ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda maksimal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)

“Sangat disayangkan tindakan demikian, sebab wartawan melaksanakan pekerjaannya berdasarkan ketentuan per Undang-undangan. Jadi menghalangi wartawan meliput jelas hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang itu sendiri” tegasnya.

Video Oknum RSUD Lamaddukkelleng Larang Wartawan Ambil Gambar

 

Subscribe

Dapatkan berita terbaru, gratis. Masukan email Anda, submit verifikasi ...