Formal Dan Kelompok Tani Aluppang Tanam Perdana Padi dengan Transplanter

Formal Dan Kelompok Tani Aluppang Tanam Perdana Padi dengan Transplanter

BERITA WAJO — Meski mentari pagi menyengat antusias warga Desa Aluppang Kecamatan Takkalalla Kabupaten Wajo untuk menyaksikan penanaman perdana padi dengan menggunakan alat transplanter cukup tinggi, Minggu 1 Juni 2016.

Pasalnya penanaman padi dengan menggunakan alat modern ini, adalah yang pertama kali dilakukan di Desa Aluppang.

Moderator yang juga ketua Bidang Komonikasi antar Kota (Formal) Kabupaten Wajo Suriadi Marsuki, SE., MM, mengatakan, kegiatan penanaman padi menggunakan transplanter merupakan gagasan dari kelompok tani Samaturue dengan Forum Masyarakat Aluppang.

Suriadi juga tidak memungkiri, jika dunia pertanian saat ini tidak bisa lepas dari tehknologi.
“Tenaga manusia dan tenaga hewan secara perlahan mulai ditinggalkan dan telah tergantikan dengan tekhnologi, sehingga perlu ada revitalisasi,”paparnya.

Sementara Pemimpin pertanian Kecamatan Takkalalla Hasanuddin, SP. berharap penggunaan transplanter yang digagas oleh kelompok tani Samaturue bisa menjadi motivasi bagi kelompok tani lain karena transplanter selain mempercepat proses penanaman penggunaan transplanter juga bisa mengatasi kendala tenaga kerja yang selama ini masih kurang.

Kepala UPTD Balai Benih Tanaman Pangan Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Selatan. Ir. H. Andi Parenrengi, mengatakan, sekarang ini wajo sudah surplus 2,2juta ton beras. Kontribusi Petani di Sulawesi Selatan pun terbilang sangat besar, sesuai data karantina Pertanian. “Kita Bangga, petani sulsel mampu memenuhi kebutuhan beras di 21 propinsi yang ada di Indonesia,”ungkapnya.

Usai sosialisasi, para petani selanjutnya menuju lokasi persawahan untuk melakukan penanaman benih tani dengan menggunakan alat transplanter.

Petani dengan dibantu AQnggota TNI Kodim 1406 / Wajo, mengetes alat transplanter yang merupakan bantuan dari Formal Kabupaten Wajo untuk kelompok tani Desa Aluppang.

Untuk diketahui, alat transplanter sendiri terdapat dua macam yakni sistem legowo, dimana alat tersebut langsung berjalan dan hanya memiliki 2 baris lalu ada jarak tanam diantaranya, sementara alat yang digunakan sekarang menurut Alimuddin, salah satu staf Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Selatan,
Alat transplanter digunakan petani Desa Aluppang, memiliki 4 baris penanaman, lalu ada jarak tanam diantaranya.
“Jarak penanaman alat transplanter itu sudah sesuai petunjuk dinas pertanian agar, benih bisa berkembang baik dan hasilnya juga melimpah,”jelasnya

Sementara alat ini juga terbilang praktis karena biasanya, untuk menanam padi dengan luas 1 Ha, Petani biasanya menggunakan tenaga kerja sampai 15 orang dalam satu hari tapi dengan adanya alat transplanter ini, dalam 1 hari petani bisa menanam sampai sampai 2 ha dengan hanya 1 sampai 2 orang pekerja saja.

Setelah petani mencoba langsung penggunaan alat transplanter, Formal Kabupten Wajo dan pihak UPTD Balai Benih Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Sulsel kembali melakukan dialog dengan masyarakat untuk mengetahui apa apa yang menjadi kebutuhan para petani, khususnya yang ada di Desa Aluppang.

Selesai acara Ketua Formal Kabupaten Wajo Andi Pangoriseng, S.Pd., M.Pd  Kepada Beritawajo.com menyampaikan kegiatan penanaman perdana padi dengan menggunakan alat transplanter merupakan salah satu program dari Forum Masyarakat Aluppang.
“Ini sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani yang ada di desa alluppang,”ujarnya.

FORMAL sendiri, terang Andi Pangoriseng merupakan wadah bagi masyarakat Aluppang yang dibentuk sejak 3 tahun lalu dan disponsori, oleh masyarakat Aluppang yang berdomisili diluar Daerah.

Video dapat dilihat di youtube Sekilas Berita Wajo dengan Ketik Judul Berita di atas.

Subscribe

Dapatkan berita terbaru, gratis. Masukan email Anda, submit verifikasi ...