Dua Tersangka Kasus Kedelai 2013 Ditetapkan

Dua Tersangka Kasus Kedelai 2013 Ditetapkan

BERITA WAJO – Pada tahun 2013 lalu, Pihak Kejaksaan Negeri (Kajari) Sengkang menetapkan dua tersangka diduga terlibat kasus korupsi Pengembangan Tanaman Terpadu (PTT).

Kedua tersangka ditetapkan yakni, AD Ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Kecamatan Keera, dan BH selaku Kepala Balai Penyuluh Kecamatan Keera.

Kepala Kejaksaan Negeri Sengkang Suwanda SH MH saat menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Sengkang waktu itu mengakui, ditetapkannya kedua tersangka itu setelah pihaknya melakukan penyelidikan kepada setiap kelompok tani mendapat bantuan sosial (Bansos) PTT Kedelai sebesar Rp.1,5 millyar bersumber dari APBN Pusat.

Dari hasil penyelidikan, AD dan BH kemudian ditetapkan sebagai tersangka, dan dinyatakan terbukti melakukan pemotongan uang bantuan PTT kedelai kepada 50 kelompok tani yang ada di Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo.

“Pemotongan bervariasi, mulai dari 5 juta, bahkan adapula kelompok yang cuma dapat 10 juta. Nah…inilah yang akhirnya melapor,”kata Suwanda Jumat 19 Desember 2013.

Setiap kelompok tani diketahui mendapat bantuan dari pusat sebesar Rp 42.700.000 dikirim langsung melalui rekening kelompok tani di Bank BNI. Setelah kelompok mencairkan dananya, kedua tersangka kemudian mendatangi setiap ketua kelompok tani dan meminta sebagian uang tersebut.

“Alasannya sebagian uang yang dimintainya itu untuk kebutuhan pembelian pupuk dan perlengkapan lainnya, namun pada kenyataannya kenyataan uang tidak digunakan untuk itu,”jelas Suwanda.

Ditetapkannya kedua tersangka tersebut menjadki acuan pihak Kejaksaan terus melakukan pengembangna kasus, dengan melakukan Kordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo. dan Propensi.

“Tidak menutup kemungkinan tersangka bertambah, karena proyek PTT ini tidak hanya ada di Kecamatan Keera tapi di kecamatan lain juga ada. Selanjutnya kami akan memanggil semua kelompok tani untuk dimintai keterangannya,”pungkas Suwanda.

Akibat perbuatan kedua tersangka, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai kurang lebih Rp.700 juta.

Subscribe

Dapatkan berita terbaru, gratis. Masukan email Anda, submit verifikasi ...