DPRD Kolaka Utara Kunker ke DPRD Kabupaten Wajo

DPRD Kolaka Utara Kunker ke DPRD Kabupaten Wajo

BERITA WAJO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka Utara melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Jum`at 4 November 2016.

Kunjungan tersebut bermaksud mencarikan solusi selisih tarif dikenakan bagi pihak pengelolah kapal Feri di Pelabuhan penyeberangan Siwa, dan Tobaku. Adanya selisih itu merupakan aspirasi masyarakat Kolaka Utara agar disamakan tarifnya dengan Pelabuhan Siwa yang diketahui tarifnya lebih murah.

Selepas melakukan pertemuan, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka Utara Baharuddin menyebutkan, tarif yang dikenakan pada pihak pengelola kapal Feri sudah sesuai dengan peruntukannya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Kolaka Utara itu juga menyebutkan bahwa, adanya selisih tarif yang dikenakan tidak sama di kedua pelabuhan penyeberangan tersebut. Mengingat, kapal yang melakukan angkutan laut bermalam di pelabuhan Tobaku, sementara di pelabuhan Siwa tidak bermalam.

“Pertemuan ini membahas selisi tarif angkutan dikenakan bagi kendaraan roda empat, dan tarif fikenakan bagi pengelolah kapal Feri” katanya.

Biaya dikenakan tergantung dari lamanya kapal tersebut sandar di Pelabuhan, sementara hitungan tarif terhintung perjam, tarif tersebut mulai dari 50 ribu hingga 100 ribu perjamnya. Selain kapal,
permintaannya aspirasi masyarakat Kolaka Utara, agar biaya penyeberangan mobil disetarakan dengan penyeberangan ke Kolaka Utara, dengan Kolaka utara ke Siwa.

“Kenapa biaya dikenakan kapal mahal di pelabuhan Tobaku, karena kapal bermalam disana, sementara di Siwa tidak bermalam, dan biaya tarif tersebut terhitung perjam” lanjut Baharuddin

Hal serupa juga dikatakan Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo Rahman Rahim setelah melakukan pertemuan membahas permasalahan yang ada di dua Pelabuhan penyeberagan tersebut. Dirinya mengaku, saat pertemuan itu lahir kesepahaman, dan menentukan tarif sesuai dengan peraturan daerah masing-masing, dengan intinya biaya tarif disamakan.

“Kedatangan anggota DPRD Kolaka Utara disamping Silaturahim, kita bersama mencarikan solusi antara selisi tarif dikenakan di kedua pelabuhan penyeberangan itu. Dan perluh kita ketahui, Implementasinya berbeda, di Siwa dikenakan lebih murah dibanding di Tobaku sebulan, karena Kapal rata-rata bermalam di Tobaku.” pungkasnya.

Disamping itu, peningkatan Infrastruktur kedua pelabuhan tersebut akan diperjuangkan bersama-sama demi peningkatan pelayanan maksimal bagi penumpang yang ingin menggunakan jasa angkutan lewat jalur laut.

Penambahan Armada juga dicanangkan kedua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) itu, mengingat masih kurangnya Armada melayani masyarakat di pelabuhan Siwa, dan Tobaku. Hal itu akan diperjuangkan di Dirjen Perhubungan Pemerintah pusat.

Subscribe

Dapatkan berita terbaru, gratis. Masukan email Anda, submit verifikasi ...