Aktifkan Posyandu, Dinkes Naikkan Gaji Kader

Aktifkan Posyandu, Dinkes Naikkan Gaji Kader

BERITA WAJO – Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo terus melakukan inovasi guna menekan angka kematian ibu dan bayi. Salah satunya dengan meluncurkan gerakan Posyandu.

Gerakan Posyandu ini adalah gerakan mengajak masyarakat untuk kembali ke Posyandu. Pasalnya, selama ini Posyandu seakan terlupakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, dr.  H. Baso Rahmanuddin mengatakan, angka kematian ibu dan anak di Indonesia masih nomor satu di Asia Tenggara. Begitu pula di Kabupaten Wajo, angka kematian ibu dan anak masih tinggi.

“Program Gerakan Posyandu ini untuk mengontrol ibu hamil di dusun sehingga bisa terpantau,” ujar mantan Plt RSUD Lamaddukelleng itu.

DRB, sapaan akrab dr. H. Baso Rahmanuddin mengungkapkan, Dinas Kesehatan Wajo sudah mencanangkan program EMAS yang kerjasama dengan USAID. Namun itu lebih bagaimana ibu hamil ini melahirkan di rumah sakit.

“Kalau program Gerakan Posyandu ini lebih bagaimana ibu hamil terpantau dari tingkat dusun. Jadi ibu hamil yang punya resiko tinggi bisa diketahui sehingga bisa dikontrol,” tegasnya.

Untuk mengatifkan kembali Posyandu, Dinkes akan menaikkan insentif para kader posyandu empat kali lipat per Januari 2016 ini. Bila selama ini insentif kader hanya Rp10 ribu, Dinkes akan naikkan sebesar Rp50 ribu.

Di Kabupaten Wajo sendiri mempunyai 450 kader posyandu. Setiap posyandu mempunyai lima kader. Total kader sebanyak 2250 kader disiapkan untuk menyukseskan program tersebut.

“Kader inilah nanti yang selalu mengontrol para ibu hamil dan melaporkan kondisinya di Dinas Kesehatan sehingga kita sudah tahu mana ibu hamil yang beresiko tinggi dan ibu hamil yang tidak punya biaya untuk bersalin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin.

Subscribe

Dapatkan berita terbaru, gratis. Masukan email Anda, submit verifikasi ...